Chat with us, powered by LiveChat

Apa Yang Terjadi Jika Judi Kasino Dilegalkan Di Indonesia?

Kasino Jakarta
Ini Yang Terjadi Jika Judi Kasino Di Indonesia Dilegalkan

Praktik judi kasino di Apartemen Robinson yang baru-baru ini hangat di bicarakan, Di Jakarta Utara berhasil dibongkar aparat kepolisian pada Minggu malam, 6 Oktober 2019.

Dalam peristiwa tersebut polisi berhasil mengamankan 133 orang dengan 91 di antaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka dalang dari praktik judi kasino.

Para tersangka terdiri dari 42 tersangka sebagai penyedia kegiatan perjudian dan 49 tersangka sebagai pemain judi. Mereka melakuka judi di lantai 29 dan lantai 30  dan hanya khusus bagi kalangan tertentu saja.

Selama penggerebekan, polisi berhasil menemukan banyak barang bukti dan informasi penting lainnya. Fantastisnya, kasino ini berpendapatan Rp 700 juta per hari. Pernah kah kalian berpikir apa yang terjadi jika judi kasino di indonesia di legalkan?

Pada era Gubernur Ali Sadikin periode 1966-1977 sebagai gubernur jakarta pernah melegalkan judi kasino di jakarta. Pada saat itu, Gubernur Ali binggung bagaimana caranya membangun Jakarta yang hanya memiliki kas negara dengan jumlah yang sangat sedikit.

Ali Sadikin

Gubernur Ali Sadikin pun berpikir untuk melegalkan dan melokalisasi judi kasino serta memungut pajak dari judi kasino itu untuk membangun berbagai fasilitas ibu kota. Akhirnya, sang Gubernur mencari cara untuk bisa membangun segala fasilitas penting, seperti rumah sakit dan jalan raya dan lainnya. Ali Sadikin lalu menggunakan pajak judi kasino untuk membangun fasilitas-fasilitas penting yang ada di Ibu Kota.

Jalan keluar tersebut tentu saja berdasar pada Undang-Undang Nomor 11 tahun 1957, yaitu Pemerintah Daerah berhak memungut pajak dari judi. Alhasil, judi kasino dilegalkan dan dilokalisasi di Jakarta.

“Untuk apa mereka menghambur-hamburkan uang di Macau. Lebih baik untuk pembangunan di Jakarta saja dan waktu itu saya jelaskan bahwa DKI memerlukan dana untuk membangun jalan, sekolah, puskesmas, pasar dan lain-lain,” kata Ali Sadikin.

“Saya sahkan judi itu. Denag permainan lotere totalisator, lotto, dengan mencontoh dari luar negeri. Lalu dengan jenis judi lainnya.”

Semenjak mendapat pajak dari judi kasino itu, pendapatan DKI Jakarta meningkat dengan pesat. Dalam 10 tahun, anggaran pembangunan DKI yang awalnya semula Rp 66 juta menjadi Rp 89 miliar. Dari hasil pajak itu, Gubernur Ali akhirnya bisa membangun berbagai fasilitas seperti sekolah, puskesmas, hingga pasar.

Selama masa pemerintahan Gubernur Ali Sadikin, beberapa tempat dijadikan judi kasino. Tempat itu antara lain lantai bawah Gedung Sarinah, Jakarta Pusat, di Petak Sembilan (PIX), Jakarta Barat serta di Hai Lai, Ancol. Kemudian di Djakarta Theatre, Jakarta Pusat, Proyek Senen, dan Petak Sembilan di daerah Glodok.

Meski begitu, kasino-kasino itu hanya untuk golongan tertentu saja atau hanya untuk warga negara asing alias bukan untuk rakyat indonesia khususnya rakyat yang beragama Islam.

“Kalau ada rakyat yang beragama Islam yang berjudi itu bukan salah gubernur, tetapi ke-Islaman orang itu yang goyah dan saya sendiri sebagai umat Islam tidak pernah berjudi,” kata Ali dalam buku Akhir Sejarah Judi Kasino Indonesia.

Pada dasarnya membuka praktik judi kasino sangat menguntungkan untuk menaikkan pendapatan negara yang dimana dana tersebut dapat di gunakan untuk membangun negara ini. Namun sayang hal itu tidak akan terjadi lagi setelah masa pemerintahan Bapak Gubernur Ali Sadikin berakhir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *